Memaksimalkan Potensi UKM Melalui Implementasi IT

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia dan terbukti menjadi katup pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis, serta menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi pasca krisis ekonomi. Selain menjadi sektor usaha yang paling besar kontribusinya terhadap pembangunan nasional, UKM juga menciptakan peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja dalam negeri, sehingga sangat membantu upaya mengurangi pengangguran.

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) seringkali dipandang sebagai peluang kecil yang membawa keuntungan. Namun sebenarnya sebuah usaha besar dan sukses sebagian besar diawali oleh usaha kecil. Justru karena sisi kapital yang kecil, UKM mampu bertahan dalam krisis ekonomi. Melemahnya nilai rupiah telah menjatuhkan perekonomian negara, namun ketika perusahaan-perusahaan besar bangkrut, UKM justru menjadi alternatif terbaik bagi pengembangan perekonomian.

Tidak dapat dipungkiri dengan daya serap yang demikian besar maka UKM menjadi jenis usaha yang dominan di Indonesia. Dan ketika kita melihat pada resistensinya terhadap krisis ekonomi, maka sektor UKM bisa menjadi pilihan bagi bangsa kita yang sedang menghadapi risiko besar dari fluktuasi mata uang Rupiah, terutama bagi UKM yang menggantungkan diri pada kegiatan ekspor dan bukan kegiatan impor.

Seluruh ulasan di atas tentunya tidak bermaksud untuk memberi skor lebih besar untuk UKM terhadap usaha besar, namun yang akan kita bahas lebih lanjut adalah bagaimana kita memaksimalkan suatu potensi bisnis yang ada dan bisa terjangkau oleh hampir semua lapisan ekonomi. Karena UKM dapat berupa usaha yang skalanya sangat kecil, dengan kapital yang relatif kecil namun adapat menjadi usaha yang sukses apalagi kita mampu mengolahnya dengan baik.

UKM adalah salah satu sektor ekonomi yang sangat diperhitungkan di Indonesia karena kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari perannya dalam pertumbuhan ekonomi nasional, produk domestik bruto (PDB) yang diciptakan, nilai tambah nasional, serta penyerapan tenaga kerja. Sementara itu, dalam era ekonomi global saat ini, UKM dituntut untuk melakukan perubahan guna meningkatkan daya saingnya. Salah satu faktor penting yang akan menentukan daya saing UKM adalah teknologi informasi (TI).[4] Memang sampai saat ini masih ada paradigma bahwa penggunaan Teknologi Informasi adalah identikan dengan biaya besar. Namun seiring dengan perkembangannya bahkan teknologi pun menjadi barang konsumsi yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh UKM.

Teknologi Informasi berfungsi untuk memudahkan pemakainya. Jadi hilangkanlah dugaan bahwa IT adalah sesuatu yang rumit dan mahal, sebaliknya cobalah untuk berpikir bahwa IT justru merupakan suatu alat yang dapat menjadi kepanjangan tangan kita dalam menjalankan usaha. Information Technology (IT) sudah berkembang pesat di seluruh dunia dan dimanfaatkan dalam berbagai bidang, apabila kita ragu untuk menggunakannya akan sulit bagi kita untuk mengikuti percepatan jaman.

Untuk memenangkan persaingan, UKM juga harus berkembang sesuai dengan jaman. Bekerja dengan bantuan Teknologi Informasi dapat mendongkrak kinerja sehingga menjadi lebih efektif  dan efisien. Jadi meskipun ada sedikit perbedaan cost dengan sistem tradisional, UKM dapat menikmati fasilitas dari IT yang akan memberikan return yang sepadan.

Teknologi  Informasi yang dibutuhkan oleh UKM tidak saja yang berhubungan dengan produksi atau pemberian jasa. Tetapi juga dalam operasional perusahaan sehari-hari. Perkembangan dunia teknologi sangat cepat, apabila kita tidak mampu mengikutinya maka perusahaan akan sangat jauh ketinggalan. Melakukan segala sesuatunya secara manual akan sangat merepotkan bagi pengusaha dan akan menghambat proses produksi serta pemasaran perusahaan. Apabila perusahaan kita memang tidak bisa untuk membeli perangkat teknologi, termasuk software, pada saat ini bahkan telah banyak yang menyediakan software free access. Beberapa dapat diakses di internet dan bisa di download dengan mudah untuk kemudian diaplikasikan pada operasional usaha.

Jadi, para pengusaha UKM pada saat ini bahkan sudah dapat mengurangi kekhawatirannya terhadap kenaikan cost yang terjadi apabila perusahaannya menerapkan aplikasi IT yang tepat. Sebaliknya, kegiatan produksi dapat menjadi sangat efektif dan dengan sendirinya akan meningkatkan kualitas perusahaan pengguna.

Dengan IT kita akan lebih siap untuk bersaing tidak hanya di dalam negeri tetapi juga dengan produk-produk luar negeri. Kita dapat bersaing dari segi kualitas, pengemasan, pemasaran dan kecepatan operasi perusahaan. Menurut Emilia Suhaemi[5] (Asdep Urusan Informasi dan Publikasi Bisnis Kementerian Koperasi dan UKM), “Tanpa memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, pelaku UKM bisa dipastikan tidak akan mampu ber-saing di tingkat global dalam hal pemasaran maupun mempromosikan produknya”. Kementerian Koperasi juga memfasilitasi UKM dengan memanfaatkan trading board milik instansi tersebut sebagai sarana promosi dan pemasaran produk. Saat ini sudah tercatat 3.400 yang menggunakan trading board sejak diresmikan pada 2006. Menurut Emilia, cepat atau lambat, TI akan mengambil-alih peranan promosi ataupun pemasaran UKM karena memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan sarana regular, yakni pemasaran dan transaksi bisnis langsung.

Sebenarnya produk UKM dalam negeri banyak yang memiliki kualitas sama bagusnya dengan produk luar, atau bahkan lebih baik lagi. Namun produk luar seringkali unggul dalam teknologi, baik dalam teknologi produksi, pengemasan maupun pemasarannya. Padahal di negara kita yang kaya akan sumberdaya alam kita mempunyai banyak kesempatan untuk memasarkan berbagai produk yang tidak kalah beragamnya dengan negara lain. Bayangkan apabila sumberdaya ini diolah dengan teknologi yang tepat tentu akan menjadi sumber devisa yang sangat menggiurkan.

Internet dapat membantu mengemas produk UKM sehingga terlihat menarik bagi para calon pembelinya. Pada jaman pasar global seperti saat ini kita dapat menfaatkan jasa toko online untuk terjun lebih dalam pada persaingan pasar dengan produk luar. Kita boleh mencontoh gaya promosi produk-produk saingan dari luar sudah banyak yang membanjiri situs-situs internet . Bayangkan berapa juta konsumen di seluruh dunia yang dapat kita jangkau apabila kita menggunakan toko online, kemudian bandingkan dengan cara pemasaran tradisional. Apabila kita masih tidak mempunyai keterampilan atau pun untuk membuat, mengolah serta memutakhirkan sendiri situs toko online, saat ini sudah banyak tersedia langganan keanggotaan toko on-line yang dapat dimanfaatkan. Hanya beberapa menit setelah mendaftar, pengguna akan mendapatkan panduan yang terotomatisasi (wizard) untuk mendapatkan online store-nya. Bahkan ada beberapa yang tidak menarik biaya pendaftaran dan hanya dan menarik biaya berlangganan yang relatif murah.

Dengan teknologi toko online para pengusaha UKM dapat menyampaikan informasi pada konsumen dengan lebih cepat, lebih luas sebarannya, serta lebih lama penyimpanannya. Sesuai dengan definisi dari Wikipedia Indonesia. Apabila kita masih enggan menggunakan online store kita dapat memanfaatkan forum-forum pada situs-situs tertentu yang memperbolehkan kegiatan promosi. Pada ruang forum semua orang bisa mempromosikan produknya untuk diketahui oleh komunitas forum dan masyarakat luas yang mengakses halaman forum tersebut. Bahkan pada halaman forum kita memiliki keuntungan ganda, selain mendapatkan lahan promosi juga dapat mendapatkan pertukaran informasi mengenai produk-produk lain yang kita butuhkan untuk pengembangan usaha, ataupun informasi mengenai produk saingan.

Dalam rangka memanfaatkan sumber daya perusahaan secara optimal para pengusaha UKM harus menaruh perhatian pada prioritas kebutuhan ICT perusahaan. Buatlah suatu perancangan yang jelas tentang kebutuhan perusahaan sehingga perangkat bisnis yang dibutuhkan menjadi jelas. Ini merupakan upaya untuk menghindari terealisasinya risiko-risiko implementasi  dalam IT.

Risiko-risiko implementasi IT diantaranya adalah :

  • Ketidaksesuaian antara kebutuhan bisnis dengan sistem informasi yang dibangun.
  • Banyaknya aplikasi yang tambal sulam sehingga tidak bisa saling berkomunikasi antara satu dengan yang lain.
  • Investasi yang dikeluarkan tidak memberikan manfaat seperti yang diharapkan.
  • Standar kualitas sistem informasi tidak sesuai dengan standar industri yang semestinya.

Oleh sebab itu, diharapkan para pengusaha UKM dapat melakukan perencanaan atas kebutuhan teknologi yang jelas, karena dengan kapital yang tidak terlalu besar tentunya kita tidak ingin melakukan tambal sulam aplikasi atau pun standar kualitas sistem informasi yang tidak sesuai harapan. Sumberdaya yang ada harus dimanfaatkan secara optimal untuk meraih kesuksesan bisnis seperti yang diharapkan.

Mengacu pada asas manajemen yang baik, penggunaan IT pun harus mencakup POAC, dalam pengertian sederhana, harus memiliki Planning atau perencanaan, memiliki Organizing atau pengorganisasian, memiliki Actuating atau pengerjaan dan terakhir Controling atau pengendalian.

Terlepas dari semua risiko yang dapat terjadi seperti yang tertera di paragraf atas, kita perlu untuk membuka diri terhadap kemajuan IT karena bagaimana pun itu sudah menjadi bagian dari perkembangan jaman yang mau tidak mau harus kita ikuti agar tidak tertinggal jauh di belakang. Perlu kita sadari mengapa IT bisa berkembang sangat cepat adalah tentunya karena IT dapat memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan daripada kerugian yang ditimbulkannya.

Apalagi dengan jumlah UKM di Indonesia yang mencapai 99% dari sektor usaha yang ada (BPS 2003), dapat diprediksi betapa ketatnya persaingan antar produk-produk yang serupa. Dengan IT diharapkan kita dapat melakukan pengamatan terhadap kompetitor kita, karena hasil pengamatan tersebut dapat kita jadikan sebagai acuan kita untuk mencari inovasi-inovasi baru.

Kegiatan inilah yang marak disebut sebagai competitive intelligence, atau suatu usaha untuk mengamati, menyelidiki atau mencari tahu mengenai pesaing bisnis yang ada di peta bisnis serupa, sehingga UKM dapat mengetahui peluang-peluang bisnis yang ada. Salah satu sarana untuk kegiatan tersebut adalah teknologi. Tanpa teknologi, sekali lagi kita akan sulit untuk mengolah maupun mendapatkan informasi yang dimaksud.

Setelah kita mendapatkan informasi tersebut, dengan teknologi yang ada para pengusaha UKM akan semakin terpacu untuk melakukan inovasi-inovasi produknya, sehingga bisa dihasilkan produk yang unik dan memiliki ciri khas. Suatu produk yang berciri khas akan mampu menarik segmen konsumen tertentu yang sesuai dengan cirinya.

Bayangkan apabila setiap pengusaha mampu mengimplementasikan teknologi-teknologi informasi dan komunikasi bagi produknya, maka dunia bisnis akan semakin bervariasi. Dengan beragam produk yang ada, konsumen akan semakin terbuka terhadap perubahan dan mau membuka diri terhadap produk-produk berkualitas yang dipasarkan oleh UKM. Ini adalah (satu lagi) cara untuk membuka gerbang peluang bisnis.

Demikianlah resume yang saya kutip dari berbagai macam sumber mengenai implementasi IT dalam meningkatkan daya saing Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Demikian uraian dari saya. Semoga dapat memberi inspirasi bagi munculnya ide dan inovasi terbaru dalam membantu Usaha Kecil dan Menengah.

Wassalamulaikum wr.wb

REFERENSI

  1. Budi Rahardjo, “Aplikasi Teknologi Informasi Bagi Industri Kecil Menengahbudi, Pusat Penelitian Antar Univeristas bidang Mikroelektronika (PPAUME), Institut Teknologi Bandung.
  2. Bambang Setiarso, “Pengelolaan Pengetahuan (Knowledge-Management) Dan Modal Intelektual ( Intellectual Capital) Untuk Pemberdayaan UKM”, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
  3. Sutirman, “Pemberdayaan Umkm Melalui Pusat Komunikasi Bisnis Berbasis Web”, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta.
  4. Anonim, “Strategi Peningkatan Kemampuan Adopsi Teknologi Informasi Untuk Meningkatkan Daya Saing Ukm”.
  5. Bisnis Indonesia Online, “UKM didorong manfaatkan teknologi informasi”.
  6. Jurnal Pengkajian Koperasi dan UKM, “Kajian Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Usaha Ukm Di Propinsi Sumatera Utara”, 2006
  7. Yanuar Rizky, “Peran Yang Bisa Diberikan IT Berbasis Komunitas Untuk UKM”, Seminar MIFTA, 2003
  8. Asep Ahmad Saefuloh, “Kebijakan Pemerintah Dalam Pembinaan Pengusaha Kecil Dan Menengah (Studi Kasus Di Provinsi Bali Dan Sulawesi Utara”, Pusat Pengkajian Pelayanan Data dan Informasi Sekretariat Jenderal DPR RI tahun 2007.
  9. Lembaga Administrasi Negara, “Models of Vitalizing Small- Medium Enterprises in Various Countries”, 2001
  10. Almasdi Syahza, “Pengembangan Usaha Kecil Dan Menengah (Ukm) Untuk Percepatan Peningkatan Ekonomi Daerah Di Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau”, Pusat Pengkajian Koperasi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Universitas Riau Pekanbaru.
  11. Tulus Tambunan, “Ukuran Daya Saing Koperasi Dan Ukm”, Pusat Studi Industri dan UKM, Universitas Trisakti.
  12. Almasdi Syahza, “The Enableness of Agribusiness Based Cooperation in Rural Area”, Lembaga Penelitian Universitas Riau.
  13. Emi Handayani, Implementasi ERP Opensource Openbravo pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) (Studi Kasus : Usaha Mikro Sektor Mebel UD. SANTOSO Gemolong), Universitas Muhamadiyah Surakarta, 2001
  14. Gimson Ahmed dan Esti Ellianti Djuwarta, ”Penerapan Kebijakan Proteksi dan Keamanan SI/TI pada UKM PT Bengkel Mobil Jaya”, Magister Teknologi Informasi Universitas Indonesia 2004.
  15. Ali Mahmudi, “Implementasi Kebijakan Pengembangan Koperasi Di Lampung Tengah”, Program Pascasarjana Magister Administrasi Publik Universitas Terbuka Bandar Lampung 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: